Minggu, 12 Desember 2010

Hampir setiap hari kita menggambarkan dan menilai kepribadian orang-orang di sekitar kita. Disadari atau tidak, ini renungan harian tentang bagaimana dan mengapa orang berperilaku seperti yang mereka lakukan mirip dengan apa yang dilakukan psikolog kepribadian.

Sedangkan penilaian informal kami kepribadian cenderung lebih berfokus pada individu, bukan psikolog kepribadian menggunakan konsepsi kepribadian yang dapat berlaku untuk semua orang. Kepribadian penelitian telah mengarah pada pengembangan sejumlah teori yang membantu menjelaskan bagaimana dan mengapa ciri-ciri kepribadian tertentu berkembang.

Komponen Kepribadian

Walaupun ada berbagai Teori Kepribadian, langkah pertama adalah untuk memahami apa yang dimaksud dengan istilah kepribadian. Sebuah definisi singkat akan kepribadian yang terdiri dari pola-pola karakteristik dari pikiran, perasaan, dan perilaku yang membuat orang unik . Selain itu, kepribadian timbul dari dalam individu dan tetap cukup konsisten sepanjang hidup.

Beberapa karakteristik dasar kepribadian meliputi:

1. Konsistensi – Ada umumnya perintah untuk dikenali dan keteraturan perilaku. Pada dasarnya, orang bertindak dengan cara yang sama atau cara serupa dalam berbagai situasi.
2. Psikologis dan fisiologis – Kepribadian adalah membangun psikologis, tetapi penelitian menunjukkan bahwa hal itu juga dipengaruhi oleh proses-proses biologi dan kebutuhan.
3. Dampak perilaku dan tindakan – Kepribadian tidak hanya mempengaruhi bagaimana kita bergerak dan merespon di lingkungan kita, tetapi juga menyebabkan kita untuk bertindak dengan cara tertentu.
4. Ekspresi Multiple – Kepribadian ditampilkan di lebih dari sekedar perilaku. Hal ini juga dapat dilihat dalam pikiran keluar, perasaan, hubungan dekat, dan interaksi sosial lainnya.
Jenis – jenis bimbingan di bedakan menjadi tiga, yaitu :

A. Bimbingan Pendidikan (Educational Guidance)

Dalam hal ini bantuan yang dapat diberikan kepada anak dalam bimbingan pendidikan berupa informasi pendidikan, cara belajar yang efektif, pemilihan jurusan, lanjutan sekolah, mengatasi masalah belajar, mengambangkan kemampuan dan kesanggupan secara optimal dalam pendidikan atau membantu agar para siswa dapat sukses dalm belajar dan mampu menyesuaikan diri terhadap semua tuntutan sekolah.

B. Bimbingan Pekerjaan

Bimbingan pekerjaan merupakan kegiatan bimbingan yang pertama, yang dimulai oleh Frank Parson pada tahun 1908 di Boston, Amerika Serikat. Departemen tenaga kerja di negara ini telah memplopori bimbingan pekerjaan bagi kaum muda agar mereka memiliki bekal untuk terjun ke masyarakat.

Bimbingan pekerjaan telah masuk sekolah dan setiap siswa di sekolah lanjutan tungkat pertama dan atas menerima bimbingan karir. Konsep Parson sangat sederhana, yaitu sekedar membandingkandan mengkombinasikan antara hasil analisis individual dan hasil analisis dunia kerja

C. Bimbingan Pribadi

Bimbingan pribadi merupakan batuan yang diberikan kepada siswa untuk embangun hidup pribadinya, seperti motivasi, persepsi tentang diri, gaya hidup, perkembangan nilai-nilai moral / agama dan sosial dalam diri, kemampuan mengerti dan menerima diri orang lain, serta membantunya untuk memecahkan masalah pribadi yang ditemuinya. Ketepatan bimbingan ini lebih terfokus pada pengembangan pribadi, yaitu membantu para siswa sebagai diri untuk belajar mengenal dirinya, belajar menerima dirinya, dan belajar menerapkan dirinya dalam proses penyesuaian yang produktif terhadap lingkunganya.

Dalam bimbingan pribadi ini dapat dirinci menjadi pokok-pokok berikut :

1. pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan wawasan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
2. Pemantapan pemahaman tentang kekuatan diri dan pengembangan untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranya masa depan
3. Pemantapan pemahaman tentang kelamahan diri dan usaha penanggulanganya.
4. Pemantapan kemampuan mengambil keputusan.
5. Pemantapan kemampuan mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang diambilnya.
6. Pemantapan kemampuan berkomunikasi, baik melalui lisan maupun tulisan secara efektif
7. Pemantapan kemampuan menerima dan menyampaikan pendapat serta berargumentasi secara dinamis, kreatif dan produktif.

Selain jenis – jenis dalam bimbingan, juga terdapat beberapa jenis-jenis layanan dalam bimbingan dan konseling. Berikut uraianya :

1. Layanan Orientasi; Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.
2. Layanan Informasi; merupakan layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.
3. Layanan Pembelajaran; merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.
4. Layanan Penempatan dan Penyaluran; merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ko/ekstra kurikuler, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat, minat dan segenap potensi lainnya. Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan.
5. Layanan Konseling Perorangan; merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.
6. Layanan Bimbingan Kelompok; merupakan layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan pengembangan
7. Layanan Konseling Kelompok; merupakan layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.
Bimbingan pribadi-sosial merupakan salah satu bidang bimbingan yang ada di sekolah. Menurut Dewa Ketut Sukardi (1993: 11) mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan usaha bimbingan, dalam menghadapi dan memecahkan masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan. Sedangkan menurut pendapat Abu Ahmadi (1991: 109) Bimbingan pribadi-sosial adalah, seperangkat usaha bantuan kepada peserta didik agar dapat mengahadapi sendiri masalah-masalah pribadi dan sosial yang dialaminya, mengadakan penyesuaian pribadi dan sosial, memilih kelompok sosial, memilih jenis-jenis kegiatan sosial dan kegiatan rekreatif yang bernilai guna, serta berdaya upaya sendiri dalam memecahkan masalah-masalah pribadi, rekreasi dan sosial yang dialaminya.

Inti dari pengertian bimbingan pribadi-sosial yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi adalah, bahwa bimbingan pribadi-sosial diberikan kepada individu, agar mampu menghadapi dan memecahkan permasalahan pribadi-sosialnya secara mandiri. Hal senada juga diungkapkan oleh Syamsu Yusuf (2005: 11) yang mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial adalah bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah sosial-pribadi.

Yang tergolong dalam masalah-masalah sosial-pribadi adalah masalah hubungan dengan sesama teman, dengan dosen, serta staf, permasalahan sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal dan penyelesaian konflik.

Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh seorang ahli kepada individu atau kelompok, dalam membantu individu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.

Tags: Bimbingan Kelompok Bimbingan Konseling BIMBINGAN PRIbadi Bimbingan Pribadi Sosial BK Pribadi Sosial Definisi Bimbingan Pribadi Sosial Definisi BK Pribadi Sosial guidance counseling Macam-Macam Bimbingan pengertian masalah pribadi Personal Counseling Social Pribadi Sosial

Jumat, 10 Desember 2010

Rabu, 08 Desember 2010

seperti yang telah diterbitkan di harian serambi indonesia Fri, Mar 5th 2010, 11:24 bahwa Perkemahan Wirakarya Terancam Gagal Dilaksanakan mengingat kegiatan tersebut hanya difasilitasi dengan minimnya anggaran. Pasalnya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Aceh hanya mengusulkan dana dalam APBA tahun 2010 sebesar Rp 300 juta.

dengan kata lain, perkemahan wirakarya kali ini telah dilaksanakan walaupun sukses atau tidaknya kegiatan tersebut. kegiatan tersebut juga ditutup lansung oleh wakil presiden pada hari rabu tanggal 6 desember 2010 di bumi perkemahan selawah. setelah kegiatan dilaksanakan yang pastinya akan menjadi tanda tanya bagi kita semua, bagaimana nasib selanjutnya mengenai Bumi Perkemahan tersebut...? apakah tempat tersebut akan dikelola oleh kwarda Aceh...? kalau memang ia maka biaya perawatan bagi yang ingin memakai lahan tersebut akan mengeluarkan biaya berapa setiap pemakaiannya..?

“tapi kali ini saya tidak akan membahas masalah tempat perkemahan itu dulu, melainkan permasalahan ketika ka. kwarda Aceh "jufri Effendi" yang telah melaporkan tentang anggaran untuk kegiatan perkemahan Wirakakarya sebesar Rp. 17 Milyar, biaya seperti itu sangatlah besar dan itu merupakan jumlah yang sangat tinggi bagi seorang Pramuka bila mengadakan Kegiatan rutinitasnya apalagi semacam Perkemahan Wirakarya, Pramuka adalah wadah generasi muda dimana lebih kreatif dalam berbagai hal, baik dalam urusan kegiatan maupun yang lainnya.

memang sangat berbeda ketika sebuah kegiatan di ambil alih oleh para pejabat, melainkan dilaksanakan oleh sekelompok mahasiswa. ketika kegiatan diambil alih oleh pejabat saya rasa sangat lah hebat karena berbagai fasilitas akan mudah untuk didukung,termasuk sarana dan prasarananya tapi kalau mahasiswa yang menjalankannya, hari ini meminta bulan depan belum tentu difasilitasinya.

kalau memang hanya untuk kegiatan seperti itu kwarda aceh mengajukan anggaran sebesar 17 milyar, maka Pramuka IAIN Ar-Raniry siap menjalankan kegiatan tersebut dengan dana yang relatif lebih rendah dari pada itu. kalau saja untuk kegiatan tersebut dibantu dengan berbagai sarana dan prasarananya maka untuk kegiatan tersebut tidak akan mencapai milliar rupiah.

Kamis, 02 Desember 2010

Rabu|1 dec '10 merupakn awalnya bencana bagiku, dmana ku belum mesiasati diriku apakah aku ini bodoh atau aku ini lagi jatuh cinta? Perasaan memang aneh, malam semakin larut namun mata pun tak bisa di pejam, angin bertiup sngat kencang wajahnya selalu terbyang bagaikan bidadari dari kayangan. Alunan wajahnya yang cntik, senyumannya yang manis, tatanannya yg sopan membuat ku cinta kepanasan. Kucoba untk beranikan diriku mendekati nya hatipun dag dig dug bagaikan penyuling yg sudah tua, demi apa yg kuhendaki rela kukorbnkan apa saja asalkan bisa dengan nya. Kucurahkan isi hatiku bagaikan romeo & juliet, kusampaikan perasaanku, kuungkapkan naluri hatiku hnya untkmu. Penykt htiku akhr nya keluar secra tiba - tiba setelah ku ungkpkan apa yang ada dalam htiku, tak lama kmudian ku benar2 tergoda dgn senyuman nya bgaikan bunga tngah mekar, cintaku hnya untk nya.. Hari demi hari ku jalani supya mendapatkan cinta nya. Menghitung jam dan menit jadilah ku menjadi pujaannya. Hr2 kujalani, bgaikan putri salju untukku. Detik demi detik pun berganti. Lama kujalani bak perangkok nempel tanpa menghlang dari amplop nya. Dikala dia jauh kurindu padanya, dkala dia didepan ku mau nya nempel selalu, tpi akhr nya enk diawal tak enak di akhr, aku datang dia pergi, dia kembali aku pergi. .apakah ini terjadi hanya untk ku..??